Halaman

Selasa, 27 September 2011

Rasa Pedas dari Rempah-Rempah Sebagai Cara Alternatif Melawan Kanker

Peneliti di seluruh dunia terus mencari pengobatan baru dan lebih baik untuk berbagai bentuk kanker. Salah satu peneliti menemukan sedikit pedas dalam diet atau makanan sehari-hari dapat membantu mencegah kanker.

Dalam sebuah laboratorium penelitian di Houston's M.D. Anderson Cancer Clinic, Bharat Aggarwal telah mempelajari penggunaan rempah-rempah sebagai obat, seperti kunyit yang sudah sangat sering digunakan untuk pengobatan

"Rempah-rempah telah sering digunakan sehari-hari sebagai pengawet daging, rempah-rempah tersebut mempunyai khasiat anti-jamur, anti bakteri, dan anti-virus," kata Aggarwal seperti dikutip dari VOANews, Selasa (27/9/2011).

Sebagian besar penelitian mengenai obat tradisional banyak berfokus pada kunyit. Kunyit merupakan salah satu bahan utama dalam saus kari, yang telah terbukti efektif dalam mengurangi tumor dan kanker.

Meskipun beberapa dokter telah meragukan gagasan menggunakan rempah-rempah untuk mengobati kanker, namun Aggarwal tetap mempercayai hal tersebut. Dan sekarang, para peneliti lain juga mengatakan bahwa rempah-rempah menunjukkan hasil yang baik dalam melawan kanker.

"Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menguji kurkumin. Sekitar 100 mg kunyit cukup untuk meredakan peradangan pada orang," ujar Aggarwal.

Aggarwal adalah peneliti pertama yang menyatakan bahwa, baik kunyit maupun maupun bahan alami lain mampu membantu untuk menghentikan kanker. Ia menganjurkan perubahan dalam diet dan gaya hidup dengan mengonsumsi berbagai makanan alami.

"Terdapat 800 jenis bahan makanan alami, namun rata-rata orang Amerika tidak mengonsumsi lebih dari 10 jenis saja," kata Aggarwal.

Hal tersebut merupakan pendekatan yang sama yang diambil oleh Atlanta chef Hans Rueffert, yang mendemonstrasikan keahliaan dalam membuat salad pada Cancer Survivorship Conference di Houston.

Rueffert juga selalu menggunakan bahan-bahan segar untuk setiap jenis masakan. "Saya pikir setiap koki yang baik harus terus belajar tentang budaya memasak yang berbeda, masakan yang berbeda, dan dapat mengambil yang terbaik dari masing-masing," jelas Rueffert.

Tetapi Rueffert lebih tertarik pada makan sehat karena dia juga merupakan penderita kanker. Rueffert pernah kehilangan sebagian perutnya dan sebagian dari kerongkongan oleh karena penyakit tersebut.

"Aku tahu bagaimana rasanya menjalani terapi radiasi dan kemoterapi, bahkan aku tahu bagaimana rasanya operasi," kata Rueffert.

Diet dan Terapi Gen
Aggarwal berpikir untuk dapat menemukan bahan kimia dalam makanan dan rempah-rempah. Bahan kimia yang terkandung dalam rempah-rempah tersebut diduga akan lebih efektif untuk mencegah kanker dibandingkan dengan penelitian yang mahal yang berhubungan dengan genetic.
Aggarwal mengatakan bahwa, rempah-rempah seperti kunyit telah lama dikenal untuk kepentingan kesehatan. "Senyawa alami tersebut telah sangat bermanfaat bagi kesehatan dan telah digunakan selama ribuan tahun dan sangat murah," kata Aggarwal. Biaya merupakan pertimbangan penting bagi setiap negara terutama negara miskin dan negara berkembang, bahkan begitu pula dengan Amerika Serikat.

Semoga bermanfa'at.


sumber VOA News

Senin, 15 Agustus 2011

SARIAWAN DAN CARA MENGATASINYA

Sariawan atau stomatitis adalah radang yang terjadi pada mukosa mulut, biasanya berupa bercak putih kekuningan. Bercak itu dapat berupa bercak tunggal maupun berkelompok. Sariawan dapat menyerang selaput lendir pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, lidah, gusi, serta langit-langit dalam rongga mulut. Meskipun tidak tergolong berbahaya, namun sariawan sangat mengganggu.

Sariawan dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri, seperti kebersihan mulut yang buruk, pemasangan gigi palsu, luka pada mulut karena makanan atau minuman yang terlalu panas, dan kondisi tubuh, seperti adanya alergi atau infeksi.

Seriawan (disebut pula sariawan) atau stomatitis aphtosa adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya Seriawan ini disertai rasa sakit yang tinggi. Seriawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan. Sekitar 10% dari populasi menderita dari penyakit ini, dan wanita lebih mudah terserang daripada pria. Ada beberapa faktor penyebab yang diduga menjadi penyebab munculnya seriawan, seperti luka tergigit, mengonsumsi makanan atau minuman panas, alergi, kekurangan vitamin C dan zat besi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologi, dan kondisi tubuh yang tidak fit. Sariawan bukan hanya disebabkan karena kekurangan Vitamin C, namun sebaliknya SA dikenal disebabkan oleh alergi citrus atau alergi makanan yang mengandung asam, kondisi imun yang lemah, obat-obatan tertentu, trauma fisik (ataupun penggunaan gigi palsu baru), dsb.

Penyakit kekurangan vitamin C sendiri adalah Scurvy atau kegagalan proses sintesis kolagen yang ditandai dengan gusi mudah berdarah, pendarahan kulit (purpura) dsb.Sariawan bukan penyakit serius. Tapi kalau sudah kena yang satu ini sangat tidak nyaman karena jadi sulit untuk makan ataupun berbicara. Bagaimana caranya supaya tidak diganggu sariawan? Sariawan atau dikenal dengan sebutan stomatitis adalah pembengkakan atau peradangan yang terjadi di lapisan mukosa mulut. Daerah yang bisa terkena sariawan termasuk pipi, gusi, lidah, bibir serta langit-langit mulut. Selain itu sariawan juga bisa menyebabkan perdarahan, bengkak serta warna yang memerah. Seperti dikutip dari Healthcentre, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan sariawan, yaitu:

1. Akibat virus
Sariawan ini disebabkan oleh beberapa bentuk virus yang ada di dalam tubuh, termasuk kasus-kasus khusus seperti yang menyebabkan demam pada kelenjar, herpes dan penyakit mulut lainnya.

2. Akibat bakteri.
Sariawan jenis ini biasanya suka terjadi jika seseorang menderita sakit tenggorokan atau penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri.


3. Akibat jamur.
Sariawan ini timbul saat seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin memerlukan penggunaan antibiotik dosis tinggi.

4. Non-infeksi.
Penyebab paling umumnya adalah terjadinya luka di mulut yang berulang, meskipun tidak diketahui penyebabnya tapi biasanya akan hilang dalam waktu 2 minggu. Sariawan ini juga bisa disebabkan adanya masalah dalam sistem pencernaan, kekurangan vitamin, riboflavin, miacin dan B12.

Selain keempat penyebab sariawan di atas, ada juga hal lain yang diduga dapat menyebabkan sariawan seperti kurang menjaga kebersihan mulut, pemasangan kawat gigi atau gigi palsu dan juga konsumsi makanan atau minuman yang panas.

Perawatan yang dilakukan untuk mengobati sariawan adalah dengan mencari sumber penyebab sariawan tersebut. Namun mengatur makanan yang dikonsumsi juga bisa membantu, seperti menghindari makanan yang renyah atau makanan dengan rasa yang tajam. Usahakan untuk menggunakan sikat gigi yang lembut dan tetap menjaga kesehatan mulut dan gigi.

Jika Anda adalah pengguna kawat gigi atau gigi palsu, maka mintalah dokter untuk memeriksanya saat sedang berkunjung untuk memastikan bahwa tidak ada masalah berarti.

Biasanya sariawan akan hilang dengan sendirinya setelah 4 hari, tapi bila tak kunjung hilang sebaiknya mencari bantuan medis terutama jika disebabkan oleh infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik.

Sebenarnya sariawan bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan baik, melakukan pemeriksaan gigi secara teratur serta mengatur pola makan yang baik dengan mengurangi makanan yang dapat memicu iritasi pada lapisan mukosa mulut.

Selain itu pencegahan sariawan juga bisa dilakukan dengan menghindari terjadinya trauma atau benturan seperti menyikat gigi dengan lembut, tidak terburu-buru saat mengunyah makanan serta tidak berbicara saat sedang makan.

Sariawan identik dengan kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin itu memang mengakibatkan jaringan di dalam rongga mulut dan jaringan penghubung antara gusi dan gigi mudah robek yang akhirnya menyebabkan sariawan. Namun, kondisi tersebut dapat diatasi jika kita sering mengonsumsi buah dan sayuran.

Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk bayi yang masih berusia 6-24 bulan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologis (seperti emosi dan stres) juga merupakan faktor penyebab terjadinya sariawan. Kondisi lainnya yang diduga memicu sariawan yaitu kekurangan vitamin B, vitamin C, serta zat besi; luka tergigit pada bibir atau lidah akibat susunan gigi yang tidak teratur; luka karena menyikat gigi terlalu keras atau bulu sikat gigi yang sudah mengembang; alergi terhadap suatu makanan (seperti cabai dan nanas); gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi); menurunnya kekebalan tubuh (setelah sakit atau stres yang berkepanjangan); dan adanya infeksi oleh mikroorganisme.

CARA MENGATASI
Masalah gangguan kesehatan rongga mulut yang paling sering dialami banyak orang adalah sariawan. Sariawan bisa terasa sangat menyakitkan bahkan bisa menurunkan nafsu makan. Jangan biarkan masalah ini terjadi terlalu lama, segera atasi dengan cara yang tepat.

Seperti dikutip dari Times of India, sariawan merupakan borok mulut yang sering terjadi di bibir, lidah atau gusi. Masalah ini pun seringkali menyebabkan penderita sulit menelan makanan dan minuman. Warna luka akibat sariawan akan terlihat putih atau kuning atau bahkan kemerahan.

Hal yang bisa memicu terjadinya sariawan adalah terlalu banyak makan makanan asam atau pedas, alergi makanan, kesehatan gigi yang buruk, menggigit lidah atau pipi, stres, dan bahkan kekurangan gizi karena vitamin B dan C. Biasanya, sariawan akan sembuh dalam tujuh hingga 10 hari.

Berikut adalah beberapa solusi untuk mengatasi sariawan:

1. Mengunyah 4-5 lembar daun kemangi dan air minum. Cara ini efektif untuk meredakan nyeri sariawan dan segera menyembuhkan.
2. Makan tomat mentah merupakan obat untuk mengatasi sariawan. Atau bisa juga, kumur menggunakan jus tomat.
3. Tips lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengoleskan ramuan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Oleskan pasta ini dibagian luka.
4. Ambil santan dan pijat lembut bagian mulut yang mengalami sariawan.
5. Berkumur dengan obat kumur, sebelum tidur dan setelah makan siang serta makan malam. Cara ini tidak hanya mencegah pembentukan ulkus mulut tetapi juga mencegah bau mulut.
6. Oleskan pasta gigi dibagian luka
7. Hindari minum cairan panas seperti teh, kopi dan menghindari makanan berminyak, serta makanan pedas. Ini hanya akan memperburuk kondisi luka mulut.
8. Mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin C, misalnya, makanan seperti yogurt, susu, keju dan jus jeruk.
9. Hindari makan makanan non-vegetarian karena mereka bisa meningkatkan tingkat keasaman dalam tubuh.


Rabu, 03 Agustus 2011

KUNYIT SEBAGAI OBAT HERBAL

Kunyit merupakan salah satu dari beberapa tumbuhan yg memiliki kemampuan sebagai penyembuh alami yang paling ampuh. Bahan aktif dalam kunyit adalah curcumin . Kunyit telah digunakan selama lebih dari 2500 tahun di India , di mana kunyit kemungkinan besar pertama kali digunakan sebagai pewarna.

Sifat obat rempah-rempah ini telah perlahan mengungkapkan diri mereka sendiri selama berabad-abad. Sudah lama dikenal karena sifat anti-inflamasi, penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa kunyit adalah keajaiban alam, terbukti bermanfaat dalam pengobatan berbagai kondisi kesehatan yang berbeda dari kanker untuk penyakit Alzheimer.
Berikut adalah 20 alasan untuk menambahkan kunyit sebagai menu diet Anda:

1. Kunyit adalah antiseptik dan antibakteri alami, berguna dalam desinfektan luka dan luka
    bakar.
2. Ketika dikombinasikan dengan kembang kol, telah terbukti dapat mencegah kanker prostat
    dan menghentikan pertumbuhan kanker prostat yang ada.
3. Mencegah kanker payudara dari penyebaran ke paru-paru yg diuji coba pada tikus.
4. Dapat mencegah melanoma dan menyebabkan banyak sel-sel melanoma yg mati
5. Mengurangi resiko leukimia.
6. Penangkal racun hati alami.
7. Mampu mencegah dan memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer dengan
    menghilangkan penumpukan plak amyloyd di otak.
8. Dapat mencegah metastasis dari terjadi dalam berbagai bentuk kanker.
9. Ini adalah obat alami yg kuat anti-inflamasi yang bekerja sebagai obat anti-inflamasi tanpa
    efek samping.
10. Terbukti secara klinis dalam memperlambat perkembangan multiple sclerosis, uji coba
      pada tikus.
11. Sebagai obat penghilang rasa sakit alami dan cox-2 inhibitor.
12. Dapat membantu dalam metabolisme lemak dan membantu dalam mengatur berat badan.
13. Telah lama digunakan dalam pengobatan Cina sebagai pengobatan depresi.
14. Karena sifat anti-inflamasi, kunyit dipakai untuk pengobatan alami pada arthritis dan
      rheumatoid arthritis.
15. Meningkatkan efek paclitaxel kemoterapi obat dan mengurangi efek samping.
16. Sangat mungkin dan sedang dilakukan studi tentang efek kunyit pada kanker pankreas.
17. Studi yang berlangsung di efek positif dari kunyit pada multiple myeloma.
18. Telah terbukti dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru pada tumor.
19. Mempercepat penyembuhan luka dan membantu dalam perbaikan kulit rusak.
20. Dapat membantu dalam pengobatan psoriasis dan kondisi kulit inflamasi.

Kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk bubuk atau pil yang banyak tersedia dalam bentuk pil di toko-toko kesehatan herbal yang biasanya dalam kapsul 250-500mg. Setelah Anda mulai menggunakan kunyit atau mengkonsumsi secara teratur, itu sangatlah menyenangkan dalam cara baru untuk menggunakannya dalam resep. Pada umumnya adalah dengan menambahkan sejumput untuk salad telur. Itu menambah rasa yg enak dan memberikan warna pada salad telur dg rona kuning .

Kontraindikasi : Kunyit tidak boleh digunakan oleh orang yg memiliki penyakit batu empedu atau penyumbatan empedu. Meskipun kunyit sering digunakan oleh wanita hamil, penting untuk berkonsultasi dulu dengan dokter anda sebelum menggunakannya, karena kunyit dapat menjadi stimulan rahim.

Semoga bermanfa'at

Selasa, 02 Agustus 2011

DEMAM REMATIK


Apakah demam rematik itu?
Demam rematik atau yang disebut juga dengan Rheumatic Fever adalah penyakit yang diakibatkan oleh kuman streptokokus. Demam rematik biasanya diawali dengan infeksi tenggorok akibat kuman streptokokus yang kemudian menimbulkan komplikasi pada jantung.

Apa pula penyebabnya?
Seperti yang telah dikemukakan diatas, penyebabnya adalah kuman streptokokus yaitu kuman yang jika dilihat dibawah mikroskop berbentuk bulat dan membentuk rangkaian seperti rantai. Kuman ini dapat menjadi penyebab infeksi tenggorok.

Mengapa dapat mengakibatkan kelainan jantung?
Infeksi streptokokus pada tenggorokan yang tidak tertangani dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi pada jantung terutama pada katupnya. Hal ini disebabkan karena kuman tersebut menghasilkan semacam toksin yang merusak sel ataupun adanya reaksi sistem kekebalan tubuh yang berespon akibat adanya kuman, sehingga sel imun ini juga merusak sel tubuh sendiri.

Bagaimana gejalanya?
Munculnya gejala demam rematik dapat terjadi 1 – 5 minggu setelah infeksi tenggorok akibat streptokokus. Gejala ditandai dengan adanya nyeri sendi (lutut, siku, pergelangan kaki dan tangan) yang dapat berpindah ke sendi lainnya. Gejala pada jantung seperti jantung berdebar, kebocoran jantung yang menyebabkan kerusakan permanen. Adanya bercak kemerahan pada kulit meski hal ini lebih jarang terjadi.

Apakah dari penyakit ini dapat diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium?
Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi dengan pasti adanya demam rematik. Para dokter biasanya menggabungkan antara gejala klinis yang nampak, adanya riwayat radang tenggorok dan pemeriksaan laboratorium yang meliputi tes CRP (C Reactive Protein), ASO (Anti Streptolysin O) titer dan anti-DNase B untuk menegakkan diagnosis demam rematik.

Adakah cara menghindarinya?
Salah satu jalan unutk memperkecil kemungkinan timbulnya demam rematik adalah dengan terapi secara optimal saat timbul radang tenggorok yang ditandai dengan adanya pemeriksaan ASO titer dan CRP yang positif.

source: medlabcentre

Jumat, 22 Juli 2011

PEREMPUAN MENJELANG MENOPAUSE RENTAN OBESITAS

Perempuan menjelang menopause paling rentan menderita obesitas. Padahal, obesitas dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. ”Perempuan menjelang menopause sangat rentan obesitas lantaran metabolisme tubuh melemah. Proses pembakaran dalam tubuh menjadi lebih rendah,” kata Samuel Oentoro, ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Jumat (8/4), dalam jumpa pers terkait seminar dan kursus mengenai obesitas. Acara yang diselenggarakan oleh Departemen Ilmu Gizi FKUI itu bertema ”Management of Obesity and Its Related Problems” pada 9-10 April 2011.

Kelebihan berat badan dan obesitas umumnya diukur dengan body mass index (BMI). Nilai BMI didapat dari berat badan (kg) dibagi dengan kuadrat tinggi badan (meter). Seseorang dikategorikan kelebihan berat badan jika BMI 25 kilogram per meter kuadrat. Adapun yang memiliki BMI lebih dari 30 digolongkan menderita obesitas. Batas BMI normal 18,5 - 24,9.
Perlu juga diketahui bahwa mulai usia 45 tahun wanita memasuki masa pre-menopouse. Pre-menopause adalah suatu kondisi fisiologis pada wanita yang telah memasuki proses penuaan (aging), yang ditandai dengan menurunnya kadar hormonal estrogen ovarium yang sangat berperan dalam hal reproduksi dan seksualitas. Nanti pada usia 50 tahun, wanita akan masuk ke masa menopause yang mana pada masa ini wanita memiliki konsekuensi kesehatan yang serius. Masalah utama kesehataan pada masa menopause adalah penyakit jantung dan stroke. Pada tahun 2000, penyakit jantung menduduki urutan pertama penyebab kematian wanita di Amerika Serikat (366.000 kasus). Tempat kedua diduduki oleh stroke (103.000 kasus). Kebanyakan kasus tersebut terjadi pada usia menopause. Angka ini jauh di atas angka kematian yang disebabkan oleh kanker payudara yang hanya 42.000 kasus. Jadi,kedua alasan yang berujung pada masalah kesehatan itulah yang mendorong saya berbegas memeriksakan diri ke dokter gizi.

Terdapat dua golongan besar faktor risiko penyakit jantung dan stroke, yaitu faktor yang tidak dapat diubah dan yang dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan ras. Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah adalah rokok, kadar kolesterol dan lemak darah, tekanan darah, aktivitas fisik, obesitas, dan diabetes melitus. Jadi, meski kita tidak bisa mencegah beberapa resiko yang memang tidak bisa diubah seperti bertambahnya usia dan lain lain, maka tentunya obesitas adalah salah satu faktor yang kita bisa ubah.

Menopause merupakan proses degenerasi yang antara lain disertai kemunduran metabolisme tubuh dan penurunan produksi hormon yang berperan dalam proses di dalam tubuh. Samuel mengatakan, semakin melemahnya metabolisme tubuh, konsumsi makanan harus dibatasi dengan menerapkan diet sehat, yakni kaya serat buah dan sayur serta rendah lemak.
Untuk menjaga aktivitas tubuh, harus olahraga lebih dari 30 menit tiap hari, misalnya jalan kaki. Untuk yang obesitas, dianjurkan bersepeda dan berenang agar tidak terlalu banyak beban di persendian kaki. Seiring perkembangan zaman, tidak hanya perempuan yang rawan menderita obesitas, melainkan juga anak-anak. Perubahan pola makan seperti konsumsi makanan cepat saji dan minuman manis membuat obesitas menjadi masalah sejak kanak-kanak. Samuel menyatakan, obesitas merupakan penyakit yang harus ditangani. Penanganan masalah berat badan berlebih berpegang pada pola diet yang sehat (seimbang jumlah dan jenis), aktivitas tubuh (olahraga), dan perubahan perilaku. Jika itu tidak berhasil, pasien mengonsumsi obat di bawah pengawasan dokter. Operasi untuk mengatasi masalah kegemukan merupakan solusi paling akhir.

Ahli gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus ketua panitia seminar dan kursus obesitas, Inge Permadhi mengatakan, keberhasilan penatalaksanaan obesitas sangat berperan penting untuk memperbaiki risiko, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan jantung koroner. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, lebih dari 1 miliar orang dewasa di dunia mengalami kelebihan berat badan dan paling sedikit 300 juta di antaranya penderita obesitas. Penurunan berat badan akan jauh lebih berhasil jika didukung program yang sesuai kebutuhan pasien untuk mencapai penurunan berat badan yang optimal dan menjaga berat badan tetap normal melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, perubahan perilaku, dan pengobatan jika diperlukan di bawah pengawasan dokter.

source: healthtylife

Selasa, 19 Juli 2011

ASUPAN SUPLEMEN Untuk WANITA USIA 40th KEATAS

Setelah memasuki usia 40 tahun, perempuan umumnya akan sangat rentan terkena penyakit. Masalah kesehatan yang kecil bahkan dapat menjadi ancaman besar jika tak segera diatasi.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Pasalnya, asupan suplemen yang cukup dan makan makanan yang bergizi akan membuat hidup Anda jauh lebih sehat. Berikut ini adalah suplemen diet yang cocok untuk perempuan berusia di atas 40 tahun:
1. Multivitamin
* Fakta dan manfaat: Multivitamin, sesuai dengan namanya, adalah kombinasi dari berbagai vitamin yang meliputi B1, B2, B3, C, dan lain-lain. Mengonsumsi sejumlah vitamin baik untuk perempuan karena dapat mengurangi risiko osteoporosis, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga menghindarkan wanita dari berbagai masalah kesehatan, seperti kanker payudara. Multivitamin mampu mencegah seorang perempuan dari penyakit jantung dan kanker usus besar.
2. Kalsium
* Fakta dan manfaat: Kalsium sangat penting dalam pembentukan tulang, otot, dan gigi. Kalsium juga digunakan selama konduksi saraf, pembekuan darah, dan kontraksi otot. Ketika kadar kalsium dalam darah rendah, sistem dalam tubuh akan menarik kalsium yang diperlukan dari tulang. Jika kalsium ini tidak cukup terpenuhi, tulang menjadi lemah dan terjadi osteoporosis yang akhirnya akan menjadi masalah serius bagi perempuan atau siapa pun.
* Dosis rekomendasi: Dosis yang dianjurkan untuk wanita menopause adalah 1.200-1.500 mg kalsium setiap hari, menurut University of Michigan Health System.
* Sumber: sumber-sumber alami kalsium bisa Anda dapatkan pada produk susu seperti susu, keju, yogurt atau brokoli, salmon, tahu, dan almond.
3. Vitamin D
* Fakta dan manfaat: Vitamin D membantu kita untuk mencegah patah tulang dan membantu reabsorpsi kalsium sehingga melindungi Anda dari multiple sclerosis dan kanker payudara.
* Dosis Rekomendasi: Dosis yang dianjurkan adalah 800-1000 IU vitamin D setiap hari.
* Sumber: Tubuh membuat vitamin D bila terkena sinar matahari. Sumber-sumber alam lainnya adalah kuning telur, hati, ikan laut, dan susu yang difortifikasi.
4. Minyak Ikan
* Fakta dan manfaat: Minyak ikan adalah suplemen lain yang diperlukan setiap wanita berusia di atas 40 tahun untuk menjaga supaya jantung tetap sehat.
Perempuan yang telah berumur umumnya akan mengalami penurunan hormon estrogen dalam periode pascamenopause. Akibatnya, jantung mereka kurang mendapat perlindungan seperti masa-masa sebelumnya. Minyak ikan dapat memberikan perlindungan tambahan yang dibutuhkan sehingga akan mengurangi risiko serangan jantung dan menurunkan risiko kanker payudara. Minyak ikan mengandung DHA dan EPA (jenis asam lemak omega 3) yang baik untuk jantung dan otak.
* Dosis rekomendasi: Dosis yang dianjurkan untuk minyak ikan adalah 600 mg sehari.
5. Kedelai Isoflavon
* Fakta dan manfaat: Isoflavon merupakan hormon alami yang berasal dari tanaman. isoflavon yang berfungsi membantu melestarikan kepadatan tulang sehingga mencegah terjadinya keropos tulang. Studi terbaru menemukan bahwa hormon ini dapat mengurangi hot flushes dan gejala menopause lainnya.
Bahkan, isoflavon mampu menghambat pertumbuhan sel-sel yang bertanggung jawab untuk penyumbatan arteri sehingga mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Perempuan bisa dikatakan sebagai tulang punggung keluarga. Ketika mereka sehat, kehidupan sebuah keluarga akan berjalan seperti layaknya sebuah mesin yang diminyaki. Oleh karena itu, penting bagi seorang perempuan untuk menjaga kesehatannya. Jangan biarkan kesehatan Anda dirampas!

sumber: healthchoice

Minggu, 03 Juli 2011

DIABETES,…Ternyata Bukan Karena Banyak Konsum Makanan Yang Manis

Data tahun 2.000, jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,4 juta orang dan menjadikan Indonesia menempati ranking keempat dalam jumlah penderita diabetes di dunia. Pada tahun 2030 nanti, diperkirakan jumlahnya akan naik menjadi 21,3 juta orang. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukkan, sebaran pasien diabetes di Indonesia yang melebihi 1,5 persen penduduk ada di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara. Menurut Budiman, hal itu mungkin terkait dengan gaya hidup dan pola makan.

Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angkanya mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini. Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih banyak orang yang angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena gejalanya memang tidak terlihat, tak sedikit yang masih mengira penyakit ini disebabkan karena mengasup makanan manis terlalu banyak. Padahal, menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar. "Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis. Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka. "Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa," papar dokter dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Akan tetapi pada orang yang menderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk. Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. "Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya," imbuhnya.

Komplikasi
Diabetes merupakan penyakit yang menyerang diam-diam namun pada akhirnya akan menjadi bencana. Penyakit yang makin umum ditemui ini setiap tahunnya membunuh tiga juta orang di seluruh dunia. Menurut dr.Budiman, penyebab kematian pasien diabetes sebenarnya bukan karena penyakit itu sendiri tetapi komplikasinya. "Hampir 40 persen meninggal karena penyakit jantung, sisanya karena gagal ginjal, stroke, atau kanker," papar ketua Jakarta Diabetes Meeting yang akan diadakan November 2011 mendatang ini. Komplikasi yang mungkin ditimbulkan oleh diabetes ada yang akut, seperti hipoglikemi (gula darah terlalu rendah) atau hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), atau komplikasi kronik.
"Komplikasi kronik sendiri ada yang memengaruhi pembuluh darah besar seperti penyakit jantung koroner atau stroke, atau yang memengaruhi pembuluh darah kecil sehingga pasien menderita gangguan saraf, ginjal, impotensi, atau kebutaan," paparnya. Kadar gula darah yang tinggi, terang Budiman, juga akan mengganggu sistem hormonal sehingga kadar hormon tertentu meningkat yang berujung pada naiknya tekanan darah. "Sekitar 60-80 persen pasien diabetes menderita hipertensi," katanya. Karena itulah sangat penting untuk memeriksakan gula darah guna mawaspadai naiknya kadar gula darah, terutama jika dalam riwayat keluarga ada yang menderita penyakit ini, usia Anda melebihi 40 tahun, menderita kegemukan atau menunjukkan gejala-gejala penyakit ini.

Perbaiki Pola Makan
Salah satu cara untuk menghindari diabetes adalah dengan menjaga berat badan tetap normal, melakukan olahraga secara teratur, dan memperbaiki pola makan. Ini berarti makan dengan pola makan sehat yang terfokus pada buah-buahan dan sayuran. Penelitian menunjukkan untuk setiap kelebihan 40 gram lemak yang Anda makan dalam sehari, risiko untuk menderita diabetes meningkat tiga kali lipat. Dan bila Anda sudah menderita diabetes, Anda berpeluang besar mengalami komplikasi. "Hal ini terjadi karena lemak tubuh membuat sel-sel menolak insulin," kata Frank Q.Nittal, M.D, dalam laporan yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology.

Sementara itu penderita diabetes disarankan untuk makan setiap empat atau lima jam dalam porsi kecil. "Yang penting adalah mengatur kalori total," kata Budiman. Kendati demikian penderita diabetes tetap disarankan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi gula. Kebutuhan akan makanan yang manis ini bisa dipuaskan dengan pemanis buatan rendah kalori.
Saat ini belum ada obat untuk mengobati diabetes. Itu sebabnya sayangi diri Anda dengan menjaga gaya hidup yang sehat, yang meliputi pola makan, olahraga, istirahat, serta menghindari stres. Pada penderita diabetes pun gaya hidup yang sehat dapat menjaga gula darah tetap stabil sehingga penyakit ini bisa dikendalikan.

sumber: medicalhealth